GOWA – Dosen Program Studi Keperawatan, Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar melaksanakan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan konsep Eco-Islamic
Nursing berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) sebagai
upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian hipertensi di Kelurahan
Paccinongang, Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademisi
keperawatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan
yang mengintegrasikan aspek kesehatan, spiritualitas Islam, sosial, dan
kepedulian terhadap lingkungan. Pelaksanaannya bersinergi dengan Puskesmas
Samata dan Pemerintah Kelurahan Paccinongang dengan melibatkan berbagai unsur
masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak September hingga Oktober 2026 dengan melibatkan masyarakat, kader kesehatan, serta unsur lokal lainnya sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengendalikan hipertensi. Rangkaian kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada 14 September 2026. Forum ini menjadi ruang koordinasi dan diskusi bersama untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan, menggali potensi lokal, serta merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian hipertensi.
Selanjutnya, pada 24 September 2026,
dilaksanakan kegiatan pengkajian dan edukasi hipertensi kepada masyarakat.
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya
pemeriksaan tekanan darah secara berkala, mengenali faktor risiko hipertensi,
serta membangun kesadaran tentang penerapan pola hidup sehat sebagai bagian
dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.
Memasuki tahap implementasi, pada 6 Oktober 2026
dilaksanakan kegiatan penerapan Eco-Islamic Nursing berbasis ABCD dalam
pengendalian hipertensi. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek kesehatan,
spiritualitas Islam, dan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengoptimalkan
berbagai aset yang dimiliki masyarakat.
Konsep ABCD menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai
penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam proses pemberdayaan.
Potensi sumber daya manusia, kader kesehatan, tokoh agama, kegiatan keagamaan,
serta sumber daya alam dan tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi aset lokal yang
dapat dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan program kesehatan.
Pada tanggal yang sama, rangkaian kegiatan juga diisi
dengan Pelatihan Terapi Spiritual dan Edukasi Pola Makan Halalan
Thayyiban. Pelatihan ini memperkenalkan pendekatan pendampingan
kesehatan yang memperhatikan dimensi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual
masyarakat.
Terapi spiritual yang diperkenalkan mencakup praktik
dzikir dan murottal Al-Qur’an sebagai pendekatan komplementer untuk mendukung
ketenangan psikologis dan spiritual. Sementara itu, edukasi pola makan halalan
thayyiban menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang tidak hanya halal,
tetapi juga baik, sehat, bergizi, dan dikonsumsi secara seimbang.
Dalam penerapannya, pendekatan spiritual tersebut
tetap ditempatkan sebagai pendamping upaya medis, bukan sebagai pengganti
pemeriksaan maupun pengobatan hipertensi.
Nurul Khusnul Khotimah, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya
menghadirkan model pemberdayaan kesehatan masyarakat yang mengintegrasikan
pendekatan keperawatan, nilai-nilai spiritual Islam, dan potensi lokal.
“Pengabdian masyarakat ini dirancang tidak hanya untuk
memberikan edukasi mengenai hipertensi, tetapi juga membangun kesadaran dan
kemampuan masyarakat dalam mengelola kesehatannya secara mandiri. Melalui
pendekatan Eco-Islamic Nursing berbasis ABCD, kami berupaya mengoptimalkan
potensi yang telah dimiliki masyarakat, termasuk peran kader kesehatan, tokoh
agama, serta sumber daya lingkungan. Kami berharap pendekatan ini dapat menjadi
salah satu model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam pengendalian
hipertensi,” ungkap Nurul Khusnul Khotimah.
Sementara itu, Maria Ulfah Ashar, S.Kep., Ns.,
M.Kep., selaku dosen pelaksana pengabdian kepada masyarakat, menjelaskan
bahwa penerapan Eco-Islamic Nursing berbasis ABCD merupakan upaya
menghadirkan pendekatan keperawatan yang lebih holistik dan dekat dengan
kehidupan masyarakat.
“Melalui pendekatan Eco-Islamic Nursing berbasis ABCD,
kami ingin mendorong masyarakat untuk mengenali dan mengoptimalkan aset yang
mereka miliki sebagai kekuatan dalam pengendalian hipertensi. Keterlibatan
kader kesehatan, tokoh agama, lingkungan, serta penerapan nilai-nilai spiritual
Islam diharapkan dapat membangun kebiasaan hidup sehat yang tidak hanya
berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga pada keberlanjutan kesehatan
masyarakat,” jelas Maria Ulfah.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu wujud
implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian
kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dosen keperawatan, keilmuan yang
dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan secara
langsung untuk menjawab permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Kolaborasi dengan Puskesmas Samata dan Pemerintah
Kelurahan Paccinongang juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi
antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah
setempat, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat
keberlanjutan program serta mendorong terbentuknya lingkungan masyarakat yang
lebih peduli terhadap kesehatan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, dosen Program Studi
Keperawatan FKIK UIN Alauddin Makassar berharap masyarakat semakin memahami
pentingnya pengendalian hipertensi, mampu mengoptimalkan potensi lokal,
menerapkan perilaku hidup sehat, serta menjadikan nilai-nilai spiritual dan
kepedulian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara
berkelanjutan.
Program Studi Keperawatan – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar.