Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
- Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen Prodi Keperawatan UIN Alauddin Makassar Implementasikan Eco-Islamic Nursing Berbasis ABCD untuk Pengendalian Hipertensi di Kabupaten Gowa

Dosen Prodi Keperawatan UIN Alauddin Makassar Implementasikan Eco-Islamic Nursing Berbasis ABCD untuk Pengendalian Hipertensi di Kabupaten Gowa

GOWA – Dosen Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan konsep Eco-Islamic Nursing berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian hipertensi di Kelurahan Paccinongang, Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademisi keperawatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesehatan, spiritualitas Islam, sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pelaksanaannya bersinergi dengan Puskesmas Samata dan Pemerintah Kelurahan Paccinongang dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak September hingga Oktober 2026 dengan melibatkan masyarakat, kader kesehatan, serta unsur lokal lainnya sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengendalikan hipertensi. Rangkaian kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada 14 September 2026. Forum ini menjadi ruang koordinasi dan diskusi bersama untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan, menggali potensi lokal, serta merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian hipertensi.

Selanjutnya, pada 24 September 2026, dilaksanakan kegiatan pengkajian dan edukasi hipertensi kepada masyarakat. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala, mengenali faktor risiko hipertensi, serta membangun kesadaran tentang penerapan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

Memasuki tahap implementasi, pada 6 Oktober 2026 dilaksanakan kegiatan penerapan Eco-Islamic Nursing berbasis ABCD dalam pengendalian hipertensi. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek kesehatan, spiritualitas Islam, dan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengoptimalkan berbagai aset yang dimiliki masyarakat.

Konsep ABCD menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam proses pemberdayaan. Potensi sumber daya manusia, kader kesehatan, tokoh agama, kegiatan keagamaan, serta sumber daya alam dan tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi aset lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan program kesehatan.

Pada tanggal yang sama, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Pelatihan Terapi Spiritual dan Edukasi Pola Makan Halalan Thayyiban. Pelatihan ini memperkenalkan pendekatan pendampingan kesehatan yang memperhatikan dimensi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual masyarakat.

Terapi spiritual yang diperkenalkan mencakup praktik dzikir dan murottal Al-Qur’an sebagai pendekatan komplementer untuk mendukung ketenangan psikologis dan spiritual. Sementara itu, edukasi pola makan halalan thayyiban menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang tidak hanya halal, tetapi juga baik, sehat, bergizi, dan dikonsumsi secara seimbang.

Dalam penerapannya, pendekatan spiritual tersebut tetap ditempatkan sebagai pendamping upaya medis, bukan sebagai pengganti pemeriksaan maupun pengobatan hipertensi.

Nurul Khusnul Khotimah, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan model pemberdayaan kesehatan masyarakat yang mengintegrasikan pendekatan keperawatan, nilai-nilai spiritual Islam, dan potensi lokal.

“Pengabdian masyarakat ini dirancang tidak hanya untuk memberikan edukasi mengenai hipertensi, tetapi juga membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola kesehatannya secara mandiri. Melalui pendekatan Eco-Islamic Nursing berbasis ABCD, kami berupaya mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki masyarakat, termasuk peran kader kesehatan, tokoh agama, serta sumber daya lingkungan. Kami berharap pendekatan ini dapat menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam pengendalian hipertensi,” ungkap Nurul Khusnul Khotimah.

Sementara itu, Maria Ulfah Ashar, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku dosen pelaksana pengabdian kepada masyarakat, menjelaskan bahwa penerapan Eco-Islamic Nursing berbasis ABCD merupakan upaya menghadirkan pendekatan keperawatan yang lebih holistik dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Melalui pendekatan Eco-Islamic Nursing berbasis ABCD, kami ingin mendorong masyarakat untuk mengenali dan mengoptimalkan aset yang mereka miliki sebagai kekuatan dalam pengendalian hipertensi. Keterlibatan kader kesehatan, tokoh agama, lingkungan, serta penerapan nilai-nilai spiritual Islam diharapkan dapat membangun kebiasaan hidup sehat yang tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga pada keberlanjutan kesehatan masyarakat,” jelas Maria Ulfah.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dosen keperawatan, keilmuan yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Kolaborasi dengan Puskesmas Samata dan Pemerintah Kelurahan Paccinongang juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah setempat, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program serta mendorong terbentuknya lingkungan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, dosen Program Studi Keperawatan FKIK UIN Alauddin Makassar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengendalian hipertensi, mampu mengoptimalkan potensi lokal, menerapkan perilaku hidup sehat, serta menjadikan nilai-nilai spiritual dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Program Studi Keperawatan – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar.