Gowa, 10 November 2025 —
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Program Studi Kebidanan
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar meneguhkan
kembali semangat pengabdian dan nilai kepahlawanan dalam dunia kesehatan, khususnya
melalui peran bidan sebagai penjaga kehidupan dan pelindung generasi bangsa.
Hari Pahlawan bukan sekadar momen
mengenang jasa para pejuang, tetapi juga menjadi refleksi bagi seluruh sivitas
akademika untuk melanjutkan perjuangan dalam bentuk pengabdian di bidang
masing-masing. Bagi civitas Prodi Kebidanan, makna kepahlawanan diterjemahkan
dalam komitmen memberikan asuhan kebidanan yang holistik, humanis, dan
berlandaskan nilai-nilai Islami.
Ketua Program Studi Kebidanan
FKIK UIN Alauddin Makassar, Bdn. Anieq Mumthi’ah Al Kautzar, S.SiT.,M.Keb,
menyampaikan bahwa nilai kepahlawanan sejati hadir dalam ketulusan bidan saat
menolong persalinan, mendampingi ibu melewati masa sulit, serta menjaga
keselamatan dua nyawa sekaligus yaitu ibu dan anak.
“Bidan adalah pahlawan tanpa
tanda jasa yang bekerja di garis depan kehidupan. Melalui pendidikan kebidanan
berbasis nilai keislaman, kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa setiap
tindakan mereka adalah ibadah sekaligus kontribusi bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Dalam suasana khidmat peringatan
Hari Pahlawan, dosen dan mahasiswa Prodi Kebidanan menggelar refleksi singkat
bertema “Semangat Pahlawan untuk Generasi Sehat dan Berakhlak”. Kegiatan ini
diisi dengan pembacaan doa bersama, pemutaran video dokumenter perjuangan
tenaga kesehatan, serta renungan nilai kepedulian dan pengorbanan dalam pelayanan
kebidanan.
Melalui momentum ini, Prodi
Kebidanan FKIK UIN Alauddin Makassar menegaskan peran strategis bidan sebagai
agen perubahan di masyarakat. Bidan tidak hanya membantu persalinan, tetapi
juga mendidik keluarga, mencegah penyakit, dan menggerakkan kesadaran akan
pentingnya kesehatan ibu dan anak.
“Dalam setiap langkah pelayanan
dan pendidikan kebidanan, kami meneladani semangat pahlawan yang berjuang bukan
untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kehidupan orang lain,” tutur salah satu
mahasiswa angkatan 2024.
Peringatan Hari Pahlawan 2025
menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu di medan perang. Di ruang
bersalin, di desa terpencil, di tengah masyarakat, para bidan terus menyalakan
obor pengabdian membuktikan bahwa semangat kepahlawanan hidup di setiap detak
jantung pengabdian mereka.
Dengan semangat “Berjuang untuk
Kehidupan, Mengabdi untuk Kemanusiaan”, Prodi Kebidanan FKIK UIN Alauddin
Makassar berkomitmen melahirkan generasi bidan yang tidak hanya cerdas dan
terampil, tetapi juga berjiwa pahlawan tangguh, berempati, dan
berakhlak mulia.