Penulis : Andi Budiyanto Adi Putra
Admin : Achmad Yasir
Gowa – Program Studi Profesi Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan kegiatan “Quick Response Save Lives: Lomba Media Edukasi Praktik Gawat Darurat” pada tanggal 5–6 Maret. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa profesi ners dalam mengembangkan media edukasi yang inovatif dan efektif dalam penanganan kegawatdaruratan.
Lomba ini diikuti oleh mahasiswa Profesi Ners Angkatan 27 yang terbagi dalam 6 kelompok. Setiap kelompok ditantang untuk merancang dan mempresentasikan media edukasi yang dapat digunakan dalam praktik keperawatan gawat darurat, baik untuk tenaga kesehatan maupun masyarakat. Media edukasi yang dipresentasikan mencakup berbagai pendekatan kreatif yang menekankan pentingnya respon cepat dalam menyelamatkan nyawa pasien pada kondisi kegawatdaruratan.
Kegiatan ini menghadirkan juri dari praktisi rumah sakit, yaitu Clinical Instructor dari beberapa unit layanan kritis seperti IGD Bedah, IGD Non Bedah, dan ICU. Kehadiran para praktisi ini memberikan perspektif langsung dari lapangan terkait efektivitas media edukasi yang dikembangkan mahasiswa, dan juri dari Clinical Instuctor UIN Alauddin Makassar terdiri dari 6 orang dosen Keperawatan Gawat Darurat UIN Alauddin Makassar, yaitu: Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep, Ilhamsyah, S.Kep., Ns., M.Kep, Andi Budiyanto Adi Putra, S.Kep., Ns., M.Kep, Ardian Adhiwidjaya, S.Kep., Ns., M.Kep, Nurul Khusnul Khatimah, S.Kep., Ns., M.Kep, Maria Ulfah, S.Kep., Ns., M.Kep
Para dosen memberikan bimbingan akademik sekaligus penilaian terhadap aspek ilmiah, kreativitas, serta relevansi media edukasi dengan praktik kegawatdaruratan di lapangan.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, Kelompok 2 berhasil meraih juara pertama dalam lomba ini. Kelompok tersebut dinilai mampu menghasilkan media edukasi yang sangat baik, dengan presentasi yang sistematis, komunikatif, serta memiliki nilai aplikatif tinggi dalam praktik keperawatan gawat darurat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan kreativitas dan kompetensi mahasiswa profesi ners, khususnya dalam meningkatkan kemampuan respon cepat, komunikasi edukatif, dan kesiapsiagaan dalam situasi kegawatdaruratan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengasah kemampuan praktis dalam menyampaikan edukasi yang efektif untuk mendukung keselamatan pasien.
Dengan semangat “Quick Response Save Lives”, kegiatan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam memberikan respon cepat dan tepat dalam situasi darurat demi menyelamatkan nyawa pasien.