Gowa, 4 Juni 2026 - Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan mental yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Keperawatan bekerja sama dengan Program Studi Keperawatan UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan Seminar Keislaman 2026 pada Kamis, 4 Juni 2026, di Auditorium UIN Alauddin Makassar. Mengangkat tema “Terlihat Bahagia di Story, Tapi Hati Kenapa Sepi?”, kegiatan ini berhasil menarik minat lebih dari 200 mahasiswa UIN Alauddin Makassar untuk berpartisipasi dalam seminar tersebut.
Sejak pagi, suasana auditorium telah dipenuhi peserta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Acara yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Putri Syarkia, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Fatihatul Rizski, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UIN Alauddin Makassar, dan Mars HMJ Keperawatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari:
- Ketua Umum HMJ Keperawatan, Nurul Azizah Fadilah,
- Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran, serta
- Ketua Program Studi S1 Keperawatan, Ilhamsyah, S.Kep., Ns., M.Kep., yang sekaligus membuka kegiatan seminar secara resmi mewakili Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar. Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mengangkat isu kesehatan mental melalui pendekatan keislaman, serta berharap seminar ini dapat menjadi wadah pembelajaran dan refleksi bagi mahasiswa
Memasuki sesi inti, seminar dipandu oleh Moderator Musdalifah. Narasumber pertama, Rasmawati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.J., mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tuntutan kehidupan mahasiswa. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa tekanan akademik, ekspektasi lingkungan, serta kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Oleh karena itu, kemampuan mengenali emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, dan memperkuat spiritualitas menjadi langkah penting dalam menjaga kesejahteraan mental.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. H. Muhammad Rusli, S.H.I., M.H. yang mengupas tema utama seminar, yaitu “Terlihat Bahagia di Story, Tapi Hati Kenapa Sepi?”. Melalui pendekatan keislaman, beliau mengajak peserta untuk memahami bahwa kebahagiaan yang sering ditampilkan di media sosial tidak selalu mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Banyak individu tampak bahagia di ruang digital, namun masih merasakan kesepian, kecemasan, dan kehampaan dalam kehidupannya. Beliau menekankan bahwa ketenangan hati dapat diperoleh melalui kedekatan dengan Allah SWT, rasa syukur, serta kemampuan menerima diri apa adanya tanpa harus terus-menerus mencari validasi dari orang lain.
Setelah kedua narasumber menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mengajukan diri untuk bertanya, bahkan jumlah penanya melebihi kuota yang telah ditentukan sehingga sesi pertanyaan harus dibatasi, mulai dari cara mengatasi rasa kesepian, menjaga kesehatan mental di tengah tekanan kehidupan kampus, hingga penerapan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Diskusi yang hangat dan komunikatif tersebut menunjukkan bahwa isu yang diangkat sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini.
Melalui Seminar Keislaman 2026 ini, HMJ Keperawatan bersama Program Studi Keperawatan UIN Alauddin Makassar berharap dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual secara seimbang. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental, kedewasaan spiritual, serta karakter islami yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.