Kapoposang Sehat dan Tangguh: UIN Alauddin Makassar Hadirkan Edukasi Kesehatan bagi Masyarakat Kepulauan
Penulis: Syahrul
Basri
Program Studi
Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian
kepada Masyarakat bertajuk “Kapoposang Sehat dan Tangguh” di Pulau
Kapoposang, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan,
Sulawesi Selatan, pada 5–6 September 2026.
Kegiatan ini
mengusung semangat bersama mewujudkan masyarakat pulau yang sehat, bersih,
aman, dan berkelanjutan melalui pendekatan promotif dan preventif yang
disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masyarakat kepulauan.
Program pengabdian
dirancang secara terpadu dengan menyasar tiga kelompok utama masyarakat, yaitu
siswa sekolah dasar, ibu nelayan, dan Masyarakat umum. Rangkaian kegiatan
meliputi edukasi kesehatan lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) bagi siswa SDN 12 Kapoposang, skrining kesehatan dasar bagi ibu nelayan,
serta sharing session dan hikmah maulid yang dibawakan oleh Bapak Rektor
UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D.
Belajar Kesehatan Lingkungan melalui Permainan
Bagi siswa SDN 12
Kapoposang, edukasi kesehatan lingkungan dikemas secara interaktif melalui
penyuluhan, demonstrasi, tanya jawab, kuis, dan permainan edukatif. Materi yang
disampaikan mencakup kebersihan tangan, penggunaan air bersih dan sanitasi,
pengelolaan sampah, serta penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat di
lingkungan sekolah maupun rumah. Pendekatan belajar sambil bermain dipilih agar
pesan-pesan kesehatan tidak hanya diterima sebagai informasi, tetapi juga
menjadi pengalaman belajar yang mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
Skrining Kesehatan bagi Ibu Nelayan
Selain kegiatan bagi
anak sekolah, tim pengabdian juga memberikan layanan skrining kesehatan dasar
kepada ibu nelayan. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi
dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan
kondisi kesehatan secara berkala.
Kegiatan skrining
mencakup pengukuran kondisi kesehatan dasar sesuai ketersediaan alat, termasuk
pengukuran berat dan tinggi badan, komposisi tubuh, serta beberapa parameter
kesehatan lainnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh
pemeriksaan, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya
serta pentingnya melakukan pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan hasil yang
membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Membangun Kolaborasi dengan Masyarakat Pulau
Menurut Syahrul
Basri sebagai Ketua Panitia kegiatan ini, “Kapoposang Sehat dan Tangguh” tidak
hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima kegiatan, tetapi juga sebagai
bagian penting dalam proses pengabdian. Interaksi antara tim akademisi,
sekolah, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, nelayan, ibu nelayan, dan
masyarakat menjadi bagian dari pendekatan berbasis komunitas yang dikembangkan
dalam kegiatan ini.
Rangkaian pengabdian
juga diisi dengan sejumlah aktivitas kebersamaan, mulai dari kegiatan sosial
dan keagamaan, senam pagi, eksplorasi pulau, hingga kegiatan membersihkan
lokasi sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan Pulau Kapoposang.
Melalui kegiatan
ini, perguruan tinggi berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan lebih dekat dengan
masyarakat, terutama masyarakat yang hidup di wilayah kepulauan dengan
karakteristik lingkungan, akses pelayanan kesehatan, dan risiko pekerjaan yang
berbeda dengan masyarakat di wilayah daratan.
Program “Kapoposang
Sehat dan Tangguh” diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam
memperkuat literasi kesehatan, meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan
kerja, serta membangun kepedulian terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan
di Pulau Kapoposang.
Kolaborasi antara
perguruan tinggi dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan
masyarakat kepulauan yang semakin sehat, tangguh, aman, dan berkelanjutan.
Editor:
Nur Ilmi Mardatillah