Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Detail Artikel
“Perilaku Berkendara Perempuan sebagai Manifestasi Psikologis di Ruang Publik”

“Perilaku Berkendara Perempuan sebagai Manifestasi Psikologis di Ruang Publik”

By 

Dr. Abd. Majid Hr Lagu, SKM., M. Kes

Kaprodi Kesmas UIN Alauddin Makassar

31  Desember 2025


Tipe-Tipe Perempuan Dilihat dari Cara Naik Motor

(Ini guyonan ya. Kalau mirip, berarti kita sering ketemu di jalan ????):


1.? ?Sein kiri, belok kanan

Ini tipe paling legendaris. Populasinya banyak, habitatnya di mana-mana.

Ciri khasnya: kelihatan ragu, tapi sebenarnya sudah mantap.

Dalam kehidupan rumah tangga, tipe ini sering berkata “nggak” padahal artinya “iya banget”.

Contoh klasik:

Suami: “Mau tas itu?”

Istri: “Nggak…”

(Tapi matanya nggak kedip dari tas itu.)

Artinya jelas: beli sekarang atau ribut nanti.

Tipe ini mudah ngambek, tapi juga gampang luluh. Marahnya cuma kayak balon—meletus sebentar, habis itu kempes.

Kalau nggak bisa penuhi keinginannya, cukup janji dulu. Tenang, dia pelupa.

Tapi ingat wahai para suami: janji itu tetap utang, meski yang ditagih lupa.


2.? ?Nggak pakai sein, langsung belok

Ini level di atasnya. Hidup tanpa aba-aba.

Spion bukan buat lihat belakang, tapi buat cek lipstik.

Tipe ini bikin jantung copot. Semua serba mendadak.

Baru bangun tidur, tahu-tahu:

“Yuk ke mall.”

Padahal mall masih ngopi sama satpamnya.

Pendiam, tapi sekali buka suara langsung:

minta uang,

minta emas,

minta tas,

dan bonus minta sabar.

Saran untuk suaminya: rutin cek tensi dan kolesterol.

Kalau dia marah, jangan debat. Diam saja.

Karena bagi dia: dia tidak pernah salah, yang salah cuma situasi.


3.? ?Nggak pakai helm, dasteran

Santai tapi berbahaya.

Hidupnya “ah gampang”, termasuk soal keselamatan.

Kalau salah, dia mau ngaku dan minta maaf.

Masalahnya… besok diulang lagi.

Lucunya konsisten.

Jarang marah, sibuk dengan rutinitas yang kelihatannya membosankan tapi nggak pernah selesai.

Tipe ini sering bikin masalah, tapi umumnya merugikan diri sendiri, bukan orang lain.

Ibaratnya: jatuh, bangun sendiri, ketawa sendiri.


4.? ?Pelan tapi klakson

Jalannya pelan, tapi klakson paling galak.

Dia nggak ngebut, tapi nggak mau disalip.

Tipe ini merasa dunia harus menyesuaikan ritme hidupnya.

Kalau macet, salah semua orang kecuali dia.

Dalam rumah tangga, tipe ini suka ngatur hal kecil

tapi giliran keputusan besar:

“Ya terserah kamu.”

(Padahal kalau salah, tetap kamu yang kena.)


5.? ?Ambil tengah jalan

Melaju pelan, posisi di tengah, sambil melamun.

Jalan raya serasa halaman rumah sendiri.

Kelihatannya polos, padahal egonya level dewa.

Sekali bikin masalah, langsung skala nasional.

Tenang-tenang… BOOM ????

Tipe ini hobi ngutang, dan punya kemampuan langka:

pura-pura lupa tingkat profesor.

Ditagih? Dia marah duluan.

Kalau kebetulan istri pejabat,

bisa lebih berkuasa dari suaminya:

mutasi, promosi, semua lewat dia.


6.? ?Rem mendadak

Super sibuk. Otaknya isinya deadline semua.

Saking fokusnya, nama anak bisa ketukar,

yang penting bukan nama mantan.

Di rumah sering marah-marah,

bukan karena benci, tapi karena capek.

Marahnya sebentar, efeknya seisi rumah.

Biasanya suami jadi sasaran empuk.

Sabar ya, Mas. Hidup itu ujian.

Tapi ini tipe perempuan mandiri dan produktif.

Dia ngebut bukan mau nyelak,

tapi karena merasa bertanggung jawab

pada orang-orang yang dia sayang.

Rem mendadaknya bukan sengaja,

hidupnya saja memang tidak pernah benar-benar berhenti.


Pada akhirnya, semua tipe di jalan raya itu cuma cara semesta ngingetin kita satu hal: setiap orang punya gaya, kekurangan, dan cara sendiri menjalani hidup. Kalau di jalan saja kita dituntut sabar dan saling jaga, apalagi dalam hubungan. Jangan cuma mau dimengerti, tapi belajarlah memahami. Karena yang bikin perjalanan jauh itu bukan motor yang cepat, tapi pasangan yang mau saling nunggu dan pulang bareng.