Nama: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Perguruan Tinggi: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar)
Video Profil: https://youtu.be/FwQVRYuM_ys?si=CQyScvXgWvFf6kwI
Lokasi Kampus:
Kampus I: Jl. Sultan Alauddin No.63 Makassar
Kampus II: Jl. H.M. Yasin Limpo No.36 Romang-Polong, Gowa, Sulawesi Selatan
FKIK UIN Alauddin Makassar adalah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan berlandaskan nilai-nilai Islam dan ilmu pengetahuan modern. Fakultas ini menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang bertujuan mencetak tenaga kesehatan profesional yang kompeten, berkarakter, serta memiliki etika dan spiritual yang kuat.
FKIK memiliki beragam program studi (S1 hingga profesi), antara lain
Pendidikan Dokter (S1)
Profesi Dokter
Profesi Ners (Keperawatan profesional)
Ilmu Keperawatan
Kesehatan Masyarakat
Farmasi
D3 Kebidanan
S1 Kebidanan
Program-program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai bidang, dari medis klinis hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Sejarah FKIK UIN Alauddin Makassar tidak terlepas dari perkembangan UIN Alauddin Makassar itu sendiri. UIN Alauddin awalnya merupakan bagian dari IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Alauddin Makassar, yang berdiri setelah serangkaian pengembangan dari fakultas-fakultas keagamaan pada tahun 1960-an. Institut ini kemudian berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin pada 10 Oktober 2005 berdasarkan Peraturan Presiden RI No.57 Tahun 2005.
Pada awalnya, UIN Alauddin telah merancang pembukaan fakultas kedokteran sejak sekitar tahun 2010 sebagai bagian perluasan program pendidikan kesehatan di lingkungan kampus.
Dalam proses itu, UIN bekerja sama dengan para pakar dari berbagai institusi, termasuk Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk menyiapkan sumber daya, laboratorium, dan sarana pendukung lain sebagai syarat pembukaan fakultas baru.
Sebelumnya, pendidikan kesehatan di UIN Alauddin dijalankan melalui Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) yang menaungi sejumlah program studi seperti Farmasi, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan D3 Kebidanan.
Setelah moratorium pembukaan fakultas kedokteran dicabut sekitar tahun 2015, UIN Alauddin kembali mengajukan proposal pendirian Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang mencakup program studi pendidikan dokter bersama program studi kesehatan lain.
Tahun 2016 menjadi tonggak penting dalam sejarah FKIK karena pada tahun inilah FKIK secara resmi memperoleh izin operasional dari pihak berwenang dan mulai berfungsi sebagai fakultas yang berdiri sendiri dalam struktur UIN Alauddin Makassar.
Selain itu pada tahun yang sama, FKIK juga diakui sebagai anggota resmi AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia) yang menandakan pengakuan formal dalam ruang pendidikan kedokteran nasional.
Sejak berdirinya FKIK, perkembangan signifikan mencakup:
Pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter yang berhasil mencetak lulusan dokter muda — salah satu tonggak bersejarah penting bagi fakultas ini.
Pencapaian akreditasi dan partisipasi aktif dalam asosiasi pendidikan kedokteran nasional.
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 2010 | Perencanaan pendirian fakultas kedokteran mulai dirancang. |
| 2015 | Moratorium pembukaan fakultas kedokteran dicabut; proposal FKIK diajukan. |
| 2016 | FKIK UIN Alauddin Makassar resmi berizin operasional dan diakui di AIPKI. |
| 2022 | FKIK mencatatkan lulusan dokter muda pertama. |
Secara garis besar, sejarah FKIK UIN Alauddin Makassar menunjukkan bagaimana sebuah institusi pendidikan Islam berevolusi dari program studi kesehatan di bawah fakultas lain menjadi sebuah fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan yang mandiri dan berperan aktif dalam pendidikan tenaga kesehatan nasional. Pendiriannya didorong oleh kebutuhan untuk mencetak dokter dan tenaga kesehatan terintegrasi antara ilmu ilmiah dan nilai-nilai Islam, serta oleh semangat kampus untuk berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia di Indonesia Timur.
FKIK menyediakan laboratorium dan ruang praktikum untuk menunjang kegiatan belajar dan keterampilan klinis mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk farmasi dan ilmu kedokteran.
Laboratorium farmasi modern untuk praktikum dan penelitian (peralatan sesuai kebutuhan kurikulum)
Ruang simulasi klinik & praktik keterampilan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kondisi dunia nyata
Fasilitas ini dirancang untuk mendukung praktik langsung sekaligus pembelajaran berbasis keterampilan.
Perpustakaan fakultas dengan koleksi buku teks kedokteran, kesehatan, farmasi, jurnal, dan referensi digital.
Akses sumber ilmiah (e-books, jurnal elektronik & database riset) untuk menunjang tugas akademik dan penelitian.
Ruang ujian berbasis komputer (CBT – Computer Based Test)
Sistem akademik online seperti portal mahasiswa, e-learning, dan perpustakaan digital
Fasilitas digital ini mendukung evaluasi pembelajaran modern serta akses materi kuliah secara online.
Poliklinik internal / ruang simulasi pelayanan klinik untuk praktik mahasiswa di bawah pengawasan dosen.
Kegiatan keterampilan klinis yang mendekati praktik nyata di fasilitas kesehatan.
Ruang kuliah & auditorium untuk perkuliahan, seminar, dan workshop akademik.
Ruang organisasi mahasiswa (UKM) dan pusat kegiatan mahasiswa.
Lapangan olahraga & fasilitas rekreasi untuk aktivitas fisik serta kesehatan mahasiswa.
Rusunawa / Asrama mahasiswa (biasanya tersedia di lingkungan kampus UIN Alauddin untuk menunjang kehidupan mahasiswa dari luar daerah).
Akses ke jurnal kesehatan dan publikasi ilmiah melalui portal kampus.
Laboratorium riset di bidang farmasi, keperawatan, kesehatan masyarakat, dan ilmu kedokteran.
Dukungan kegiatan ilmiah seperti workshop publikasi internasional yang memperkuat kemampuan menulis dan riset mahasiswa serta dosen.