Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Sosialisasi Metode Pengabdian Masyarakat di Ruang Senat Rektorat

FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Sosialisasi Metode Pengabdian Masyarakat di Ruang Senat Rektorat

FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Sosialisasi Metode Pengabdian Masyarakat di Ruang Senat Rektorat

Makassar — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Sosialisasi Metode Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan hari ini bertempat di Ruang Senat Rektorat Lantai 4. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIK dalam meningkatkan pemahaman dosen dan sivitas akademika terkait metode pengabdian masyarakat yang terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan para narasumber kompeten, yakni Dr. Ar. St. Aisyah Rahman, ST., MT., IAI, Dr. Isriany Ismail, S.Si., Apt., M.Si, serta Prof. Dr. Andi Susilawaty, S.Si., M.Kes. Materi yang disampaikan membahas pendekatan pengabdian masyarakat berbasis partisipasi, termasuk metode Community Based Research (CBR), Asset Based Community Development (ABCD), dan Service Learning.

Dalam sambutannya, Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes, menyampaikan penghormatan kepada para narasumber, moderator, panitia pelaksana, serta seluruh peserta yang hadir. Ia juga mengawali arahannya dengan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Dekan menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan jantung dari Tridharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, pengabdian di FKIK tidak dimaknai sebagai kegiatan rutin semata, melainkan bentuk nyata kontribusi ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat.

Dalam arahannya, Dr. dr. Dewi Setiawati menekankan enam poin penting yang harus menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat di lingkungan FKIK UIN Alauddin Makassar, yaitu:

  1. Tema pengabdian harus selaras dengan keunggulan masing-masing program studi.
  2. Pengabdian harus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya bidang kesehatan.
  3. Pengabdian harus inklusif, menjangkau kelompok rentan, dan memastikan tidak ada yang tertinggal.
  4. Pengabdian harus menghasilkan dampak yang berkelanjutan di masyarakat.
  5. Pengabdian perlu diperkuat dengan pendekatan kolaboratif melalui Interprofessional Education (IPE).
  6. Pengabdian harus mengandung nilai ekoteologi, yakni kesadaran bahwa menjaga kesehatan manusia tidak terlepas dari menjaga lingkungan sebagai amanah Allah SWT.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa metode CBR, ABCD, dan Service Learning yang dibahas dalam sosialisasi ini sangat relevan karena mendorong sivitas akademika untuk memandang masyarakat sebagai subjek yang memiliki potensi, bukan sekadar objek penerima bantuan.

Dekan juga mengaitkan pengabdian masyarakat dengan nilai Islam melalui perspektif maqashid syariah, khususnya hifz an-nafs (menjaga jiwa) dan hifz an-nasl (menjaga keberlanjutan generasi), sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Menutup sambutannya, Dr. dr. Dewi Setiawati menyampaikan harapan agar kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi mampu melahirkan gerakan pengabdian masyarakat yang terarah, kolaboratif, inklusif, dan memberikan dampak nyata. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia serta para narasumber atas kontribusi dan ilmu yang dibagikan.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis FKIK UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat pengabdian masyarakat yang ilmiah, humanis, berkelanjutan, serta terintegrasi dengan nilai keislaman.