
Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dari Guru dan staf sekolah yang antusias untuk belajar tentang manfaat bahan-bahan alami dalam pembuatan roll on aromaterapi. Dosen dan mahasiswa prodi farmasi menjadi narasumber, memberikan penjelasan tentang komposisi bahan, teknik pembuatan, serta manfaat kesehatan dari produk yang dihasilkan.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara mencampurkan minyak esensial dan bahan tambahan lainnya untuk membuat roll on yang efektif. Selain itu, mereka juga diberikan informasi tentang cara pemasaran produk, sehingga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi lokal.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan alami untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka," ujar apt. Surya Ningsi.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara universitas dan sekolah. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan produk roll on aromaterapi dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan yang aman dan efektif.