Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Kuliah Tamu Farmasi Industri: Bangun Nilai Diri dan Persiapkan Karier Sejak di Bangku Kuliah

Kuliah Tamu Farmasi Industri: Bangun Nilai Diri dan Persiapkan Karier Sejak di Bangku Kuliah

Gowa, 30 Juni 2026-Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “A to Z Peran dan Karier Farmasis di Industri Farmasi, Siapkan Diri Sejak dari Kampus!”.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan praktisi farmasi industri, apt. Rudi Afrinanda, S.Farm., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau memberikan gambaran mengenai berbagai peluang karier farmasi di industri farmasi serta kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa sejak dini agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Beliau menjelaskan bahwa apoteker memiliki peran strategis dalam berbagai departemen industri farmasi, terutama pada bagian Quality Assurance (QA), Quality Control (QC), dan Produksi . Pada bagian QA, apoteker bertanggung jawab memastikan seluruh proses berjalan sesuai sistem mutu yang ditetapkan. Pada bagian QC, apoteker berperan dalam pengujian bahan baku, produk antara, hingga produk jadi untuk menjamin kualitas dan keamanan produk. Sementara pada bagian produksi, apoteker memastikan proses pembuatan obat berlangsung sesuai prosedur dan standar yang berlaku. Selain itu, narasumber menekankan pentingnya pemahaman terhadap prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) yang di Indonesia diterapkan melalui Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB dan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Pemahaman terhadap prinsip-prinsip tersebut menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh calon farmasis industri untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat produk yang dihasilkan. 

 Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya membangun value diri (personal value) agar dapat menjadi individu yang menonjol (stand out) dibandingkan lulusan lainnya. Menurut beliau, mahasiswa tidak boleh terjebak hanya pada rutinitas perkuliahan semata. Prestasi akademik memang penting, namun pengalaman organisasi, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi juga menjadi faktor yang sangat diperhatikan oleh industri. "Jangan hanya fokus datang kuliah, mengerjakan tugas, lalu pulang. Mahasiswa perlu memperluas pengalaman dengan aktif berorganisasi, mengikuti berbagai pelatihan, seminar, sertifikasi, serta terlibat dalam kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan profesional,"ungkapnya. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan yang relevan dengan dunia industri atau program yang berkaitan dengan budaya keselamatan kerja. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi nilai tambah yang menunjukkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap aspek keselamatan di lingkungan kerja. 

Selain membahas kesiapan karier, narasumber juga memberikan motivasi kepada peserta dengan mengaitkan perjalanan hidup dan pengembangan diri dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Insyiqaq ayat 19: Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap individu akan melewati berbagai tahapan kehidupan yang menuntut proses belajar, adaptasi, dan pengembangan diri secara berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk setiap fase tersebut dengan terus meningkatkan kompetensi dan pengalaman. Dalam sesi motivasi, beliau juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadi seperti"pemain catur" yang hanya bereaksi terhadap langkah lawan. Sebaliknya, mahasiswa perlu memiliki visi, tujuan, dan strategi yang jelas dalam merancang masa depan kariernya. Perencanaan yang matang sejak masa kuliah akan membantu mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait peluang karier di industri farmasi, kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan, implementasi CPOB dan CPOTB di industri, serta strategi membangun portofolio yang menarik bagi dunia kerja. Melalui kegiatan kuliah tamu ini, Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker FKIK UIN Alauddin Makassar berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dunia kerja farmasi industri serta termotivasi untuk terus mengembangkan diri, membangun pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menjadi farmasis profesional yang mampu berkontribusi dalam menjamin mutu produk farmasi bagi masyarakat.