Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Workshop Nasional Etik Dasar Lanjut dan Manajemen SIM-EPK

FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Workshop Nasional Etik Dasar Lanjut dan Manajemen SIM-EPK

FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Workshop Nasional Etik Dasar Lanjut dan Manajemen SIM-EPK


Gowa – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar bekerja sama dengan Mandira Medika Integritas (MMI) dan Edutechno IAPKY menyelenggarakan Workshop Nasional Etik Dasar Lanjut dan Manajemen SIM-EPK secara daring melalui Zoom Meeting pada 28–29 September 2026.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Patima, S.Kep., Ns., M.Kep. Pembukaan dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026, setelah laporan Ketua Panitia Syahrul Basri, SKM., M.Kes.

Workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat tata kelola Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK), khususnya dalam penerapan prinsip etik penelitian kesehatan, penyusunan dan penelaahan protokol, serta optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Etik Penelitian Kesehatan (SIM-EPK).

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang etik penelitian kesehatan, yakni Drs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si., Apt.; Prof. drg. Anton Rahardjo, M.K.M., Ph.D., FISDPH., FISPD.; Prof. Irma Nurbaeti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Ph.D.; Drs. Harry Wahyu Tristantowibowo, Apt.; serta Handoko Riwidikdo, S.Kp.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai sejarah perkembangan etik penelitian kesehatan, peran KEPPKN dalam monitoring dan evaluasi KEPK, standar kelembagaan KEPK terakreditasi, prinsip dan standar etik penelitian yang melibatkan manusia sebagai subjek penelitian, informed consent, protokol etik penelitian kesehatan, serta registrasi KEPK dan peneliti melalui SIM-EPK.

Pada hari kedua, pembahasan berfokus pada pengenalan uji klinis, pentingnya etik dalam penelitian kesehatan, peran KEPK, serta mekanisme telaah protokol melalui SIM-EPK. Peserta juga memperoleh materi mengenai telaah exempted, expedited, dan full board, dilanjutkan dengan hands-on praktik telaah protokol serta penyimpanan data SIM-EPK untuk kebutuhan borang.

Melalui kegiatan ini, FKIK UIN Alauddin Makassar terus memperkuat komitmennya terhadap penyelenggaraan penelitian kesehatan yang berintegritas, akuntabel, dan menjunjung tinggi perlindungan terhadap subjek penelitian. Peningkatan kompetensi pengelola dan anggota KEPK diharapkan dapat mendorong proses telaah etik yang semakin berkualitas serta sesuai dengan standar yang berlaku.

Rangkaian workshop ditutup pada 29 September 2026 setelah pelaksanaan post-test. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas tata kelola etik penelitian kesehatan, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun institusi pelayanan kesehatan.