Gowa — Program Studi Farmasi melaksanakan kegiatan Safety Induction pada Jumat, 27 Februari 2026, menjelang dimulainya perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini digelar sebagai langkah awal dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif, asisten laboratorium, serta peneliti yang akan beraktivitas di laboratorium sepanjang semester tersebut.
Materi disampaikan oleh Kepala Laboratorium bersama para laboran, yang menekankan bahwa pembekalan keselamatan menjadi syarat utama sebelum mahasiswa maupun peneliti memasuki area laboratorium. Pada sesi pembukaan, Kepala Laboratorium menegaskan bahwa pemahaman prosedur keselamatan merupakan fondasi dalam menciptakan ruang kerja yang aman dan profesional.
“Safety Induction ini adalah bekal awal. Semua pengguna laboratorium harus memahami langkah-langkah keselamatan agar kegiatan praktikum dan penelitian berjalan tanpa risiko yang membahayakan,” ujar kepala laboratorium.
Materi yang disajikan mencakup protokol penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), identifikasi potensi bahaya, tata cara penanganan bahan kimia, dan prosedur evakuasi saat kondisi darurat. Selain itu, peserta diberikan penjelasan teknis mengenai pengelolaan limbah laboratorium, penanganan tumpahan, serta penggunaan alat secara aman dan sesuai SOP.
Sesi demonstrasi turut dilaksanakan untuk memastikan pemahaman peserta, termasuk praktik penggunaan APD yang benar serta simulasi tindakan darurat. Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kasus nyata yang sering ditemui saat praktikum maupun riset.
Penyelenggaraan Safety Induction ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Farmasi untuk membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan. Dengan bekal ini, seluruh pengguna laboratorium diharapkan dapat memulai semester genap dengan kesiapan penuh, disiplin, dan kesadaran tinggi terhadap standar keselamatan kerja.