Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Ciptakan Laboratorium Ramah Lingkungan: Laboran Farmasi UIN Alauddin Makassar Ikuti Pelatihan Pengelolaan Limbah B3

Ciptakan Laboratorium Ramah Lingkungan: Laboran Farmasi UIN Alauddin Makassar Ikuti Pelatihan Pengelolaan Limbah B3

MAKASSAR – Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) kembali menjadi sorotan di lingkungan perguruan tinggi. Menjawab kebutuhan tersebut, Himpunan Kimia Indonesia bekerja sama Universitas Hasanuddin menggelar Workshop Pengelolaan Limbah B3 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNHAS pada 4–5 Februari.

Workshop dua hari ini difokuskan pada peningkatan standar keamanan laboratorium, terutama terkait penanganan, penyimpanan, hingga pembuangan limbah kimia agar tidak mencemari lingkungan. Kompleksitas zat kimia yang digunakan di laboratorium modern membuat pelatihan semacam ini menjadi kebutuhan mendesak bagi praktisi pendidikan.

Tingginya antusiasme peserta terlihat dari keberagaman institusi yang hadir. Perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan turut mengirimkan perwakilan, termasuk delegasi Laboran Program Studi Farmasi UIN Alauddin Makassar, yang memperdalam pemahaman terkait pengelolaan limbah farmasi. “Workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah konkret membangun ekosistem laboratorium yang hijau dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” ujar salah satu penyelenggara dari HKI.

Materi yang diberikan mencakup teknik penyimpanan limbah B3, evaluasi analisis sampah, pemantauan dan pelaporan pengelolaan limbah, verifikasi limbah masuk, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembelajaran di kelas dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan limbah B3 milik PT. Arah Environmental Indonesia di Kompleks Pergudangan Parangloe, Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Dalam kunjungan itu, peserta melihat langsung bagaimana limbah berbahaya dikelola dengan standar industri—mulai dari sistem pengumpulan hingga proses penanganan profesional yang transparan. PT Arah juga menegaskan perannya sebagai edukator, memastikan klien memahami proses pemilahan limbah yang benar sejak dari sumbernya, sebuah langkah penting untuk mencegah kecelakaan dan pencemaran.

Kehadiran fasilitas pengelolaan B3 di Parangloe menandakan bahwa perkembangan industri di Makassar diikuti dengan meningkatnya kesadaran terhadap praktik pengelolaan lingkungan yang aman dan bertanggung jawab.


Penulis : apt. Sukri, S.Farm