Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Berbasis Hifzun Nafs dalam Kerangka Maqashid Syariah

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Berbasis Hifzun Nafs dalam Kerangka Maqashid Syariah

FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Berbasis Hifzun Nafs dalam Kerangka Maqashid Syariah

Makassar, 11 Mei 2026 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar (UINAM) melaksanakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Berbasis Hifzun Nafs dalam Kerangka Maqashid Syariah yang berlangsung di Ruang LT Fakultas, pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 08.00 WITA.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dekan FKIK UINAM, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes, didampingi oleh Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, serta turut dihadiri oleh Kepala Tata Usaha FKIK. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen FKIK dalam memperkuat kompetensi dasar kegawatdaruratan bagi sivitas akademika sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik kesehatan.

Pelatihan menghadirkan dr. Andi Tihardimanto, M.Kes., Sp.JP. sebagai narasumber utama yang memberikan materi komprehensif mengenai prosedur bantuan hidup dasar, termasuk penanganan kondisi henti napas dan henti jantung, serta pentingnya respon cepat dalam situasi kegawatdaruratan medis.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ilhamsyah, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Kaprodi Keperawatan FKIK UINAM, yang mengarahkan jalannya sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif. Sementara itu, materi penguatan konsep integrasi keilmuan turut disampaikan oleh Ardian Adhiwijaya, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai narasumber pendamping.

Dalam sambutannya, Dekan FKIK menekankan bahwa pelatihan BHD tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis pertolongan pertama, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan nilai Hifzun Nafs (menjaga jiwa) sebagai salah satu prinsip utama dalam Maqashid Syariah. Menurutnya, setiap tenaga kesehatan maupun calon tenaga kesehatan wajib memiliki kesiapsiagaan dalam menyelamatkan nyawa sebagai bentuk tanggung jawab moral, profesional, dan spiritual.

Pelatihan ini berlangsung dengan antusias, ditandai dengan penyampaian materi, diskusi, praktek, serta simulasi tindakan bantuan hidup dasar yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, FKIK UINAM berharap peserta dapat memahami keterampilan BHD secara tepat sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menyelamatkan nyawa merupakan bagian dari ibadah dan nilai luhur ajaran Islam.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FKIK UIN Alauddin Makassar terus menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang unggul, berkarakter islami, dan responsif terhadap kebutuhan kompetensi medis di masyarakat.