FKIK UIN Alauddin Gelar Workshop Integrasi Penelitian, PkM, Ekoteologi dan Green Campus dalam Pembelajaran
Gowa – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar Workshop Integrasi Penelitian, PkM, Ekoteologi dan Green Campus dalam Pembelajaran pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung secara hybrid, di Ruang LT FKIK Lantai 1 dan melalui Zoom Meeting, dan diikuti 75 peserta: 34 hadir luring dan 41 daring.
Peserta terdiri atas ketua dan sekretaris program studi, Komite Penjaminan Mutu (KPM) fakultas, Gugus Penjaminan Mutu (GPM) program studi, UP2M, dosen dan tendik di lingkup FKIK. Workshop ini juga diikuti dosen dari luar FKIK, antara lain dari Universitas Muslim Indonesia, Poltekkes Kemenkes Kendari, Universitas Palangka Raya, dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Hj. Dewi Setiawati, SpOG., M.Kes. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong agar hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dosen benar-benar hadir di ruang kelas melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan bahan ajar. Workshop ini sekaligus menanamkan nilai ekoteologi dan semangat kampus hijau dalam pembelajaran.
Narasumber pertama, Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar, Dr. H. Saprillah, M.Si, memaparkan Model Integrasi Ekoteologi Berbasis Gerakan (IEBG). Menurutnya, ekoteologi memberikan fondasi nilai, penelitian menghasilkan pengetahuan, dan pengabdian mengubah pengetahuan menjadi tindakan bersama. Green campus menjadi ruang untuk menguji perubahan, sedangkan jejaring sosial mengembangkan praktik tersebut menjadi gerakan ekologis yang berkelanjutan. Ia juga mencontohkan bagaimana isu sampah di kampus dapat diolah menjadi bahan kajian keagamaan, objek penelitian, program pengabdian, hingga materi perkuliahan. Sesi ini dipandu oleh moderator apt. Alwiyah Nur Syarief, S.Farm., M.Si.
Materi kedua disampaikan oleh Wakil Dekan I FKIK, Dr. apt. Isriany Ismail, S.Si., M.Si., tentang cara menyusun RPS dan bahan ajar yang terintegrasi dengan hasil penelitian dan PkM. Ia menguraikan tahapannya, mulai dari seminar penelitian prodi dan pemetaan hasil riset ke mata kuliah, penguatan sub-CPMK, sub pokok bahasan dan pustaka, hingga penyusunan bahan ajar seperti modul STILeS dan modul berbasis kasus (PBL).
Melalui kegiatan ini, FKIK UIN Alauddin Makassar berharap setiap program studi dapat menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya mutakhir dan berbasis riset, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.