Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Pelatihan Metode CBR untuk Perkuat Pengabdian Masyarakat Berbasis Partisipatif

Pelatihan Metode CBR untuk Perkuat Pengabdian Masyarakat Berbasis Partisipatif

FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Pelatihan Metode CBR untuk Perkuat Pengabdian Masyarakat Berbasis Partisipatif


Gowa– Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar kegiatan Pelatihan “Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Berbasis Partisipatif melalui Metode Community-Based Research (CBR)” pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam merancang dan melaksanakan program pengabdian masyarakat yang lebih partisipatif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Pelatihan yang berlangsung di lingkungan FKIK UIN Alauddin Makassar tersebut diikuti oleh perwakilan berbagai program studi di bawah naungan fakultas. Sejak pagi hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan registrasi dan pembukaan acara oleh panitia.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes. Dalam sambutannya, Dekan menegaskan pentingnya pengabdian masyarakat sebagai salah satu pilar utama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia berharap seluruh dosen mampu mengembangkan model pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Materi utama pelatihan disampaikan oleh Prof. Dr. Andi Susilawaty, S.Si., M.Kes., yang membahas konsep, prinsip, dan implementasi Community-Based Research (CBR) dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Dalam paparannya, Prof. Andi menjelaskan bahwa metode CBR menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil.

“Pendekatan partisipatif melalui metode CBR memungkinkan program pengabdian masyarakat menjadi lebih tepat sasaran karena disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai penyusunan rencana pengabdian masyarakat berbasis partisipatif. Sesi ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam menyusun program yang relevan dengan karakteristik komunitas sasaran.

Pada sesi siang hari, masing-masing kelompok program studi mempresentasikan rancangan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah disusun selama pelatihan. Presentasi tersebut menjadi ajang berbagi gagasan sekaligus memperoleh masukan konstruktif dari narasumber dan peserta lainnya.

Sebagai bentuk penguatan, Prof. Andi Susilawaty memberikan umpan balik terhadap setiap rencana program yang dipresentasikan. Berbagai aspek yang dibahas meliputi identifikasi masalah masyarakat, strategi pelibatan komunitas, keberlanjutan program, hingga metode evaluasi dampak kegiatan.

Melalui pelatihan ini, FKIK UIN Alauddin Makassar berharap seluruh dosen mampu mengintegrasikan pendekatan CBR dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat sehingga program yang dijalankan semakin berkualitas, inovatif, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan bahwa hasil pelatihan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program pengabdian masyarakat yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah binaan FKIK UIN Alauddin Makassar.