Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Prodi Kesehatan Masyarakat Hadirkan Kepala Puskesmas Pundata Baji

Prodi Kesehatan Masyarakat Hadirkan Kepala Puskesmas Pundata Baji

Hari Pertama Pembekalan PBL I, Prodi Kesehatan Masyarakat Hadirkan Kepala Puskesmas Pundata Baji


Gowa, 12 Juni 2026 – Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar mengawali rangkaian kegiatan Pembekalan Praktik Belajar Lapangan (PBL) I dengan menghadirkan Kepala Puskesmas Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, sebagai narasumber pada hari pertama pembekalan mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan lapangan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama antara UIN Alauddin Makassar dan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, pemilihan lokasi PBL di kawasan pesisir dan pedesaan juga menjadi bagian dari implementasi distingsi Program Studi Kesehatan Masyarakat dalam pengembangan Rural Health, sebagaimana tertuang dalam visi program studi, yaitu “Menjadi Pusat Pencerahan dan Transformasi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang Unggul dan Terintegrasi Nilai-nilai Islam dalam Pengembangan Rural Health.”

Dalam pemaparannya, Kepala Puskesmas Pundata Baji Sumarni, S.Kep., Ns memberikan gambaran umum mengenai kondisi geografis, topografi, serta karakteristik sosial dan kesehatan masyarakat di Kecamatan Labakkang. Dari empat wilayah kerja Puskesmas Pundata Baji, terdapat tiga wilayah yang menjadi lokus pelaksanaan PBL I mahasiswa, yaitu Kelurahan Pundata Baji, Kelurahan Borimasunggu, dan Desa Bontomanai. Ketiga wilayah tersebut merupakan kawasan pesisir yang memiliki karakteristik lingkungan, sosial, dan permasalahan kesehatan yang khas sehingga sangat relevan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa kesehatan masyarakat.

Selain menjelaskan kondisi wilayah, Kepala Puskesmas juga memaparkan profil kesehatan masyarakat setempat, termasuk sepuluh penyakit terbanyak yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Pundata Baji. Beberapa penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) turut menjadi perhatian dalam pembekalan, salah satunya adalah leptospirosis yang beberapa tahun terakhir menjadi perhatian di wilayah tersebut.

Beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama melaksanakan kegiatan lapangan.

“Mahasiswa nantinya akan banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, setelah melaksanakan kegiatan lapangan, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit,” pesannya kepada peserta pembekalan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari kondisi sosial budaya masyarakat, akses transportasi menuju lokasi, ketersediaan jaringan internet, hingga strategi komunikasi dan wawancara dengan masyarakat yang masih menggunakan bahasa daerah setempat.

Pada kesempatan yang sama, dosen pendamping PBL I, Dr. Muh. Saleh, menyampaikan bahwa sebanyak 161 mahasiswa Semester IV akan melaksanakan PBL I di wilayah kerja Puskesmas Pundata Baji mulai tanggal 18 Juni hingga 1 Juli 2026.

Menurutnya, pemilihan wilayah pesisir dan pedesaan sebagai lokasi PBL bukan hanya bertujuan memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi implementasi nyata arah pengembangan keilmuan Program Studi Kesehatan Masyarakat yang berfokus pada isu-isu kesehatan masyarakat di wilayah rural.

“Mahasiswa akan belajar secara langsung memahami kondisi kesehatan masyarakat pesisir dan pedesaan. Hal ini sejalan dengan distingsi Prodi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar dalam pengembangan Rural Health, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan kesehatan yang nyata di masyarakat,” jelasnya.

Dr. Saleh juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Puskesmas Pundata Baji yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan kegiatan PBL mahasiswa.

“Kami memohon bimbingan dan arahan dari pihak puskesmas selama mahasiswa melaksanakan kegiatan di lapangan. Kehadiran mahasiswa di wilayah ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi awal penguatan kerja sama yang berkelanjutan antara UIN Alauddin Makassar dan Puskesmas Pundata Baji,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Saleh menjelaskan bahwa pelaksanaan PBL dirancang secara berkelanjutan dalam tiga tahapan. Pada tahap pertama (PBL I), mahasiswa akan melakukan pendataan kesehatan masyarakat secara door to door menggunakan pendekatan by name by address, termasuk melakukan pengambilan titik koordinat setiap rumah responden sebagai bagian dari pengembangan basis data kesehatan masyarakat berbasis spasial.

Tahap berikutnya (PBL II) akan dilaksanakan pada semester selanjutnya, di mana mahasiswa akan merancang dan melaksanakan berbagai intervensi berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan selama proses pendataan. Selanjutnya pada PBL III, mahasiswa akan melakukan evaluasi terhadap intervensi yang telah dilaksanakan untuk menilai efektivitas program yang dijalankan bersama masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan bermuara pada seminar hasil di tingkat kecamatan sebagai bentuk diseminasi hasil kegiatan sekaligus kontribusi akademik mahasiswa dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat berbasis data dan kebutuhan lokal.

Melalui pelaksanaan PBL yang berkesinambungan ini, Prodi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Alauddin Makassar berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan identifikasi masalah, analisis situasi kesehatan, perencanaan intervensi, serta evaluasi program kesehatan masyarakat secara komprehensif dan berbasis bukti (evidence-based public health), khususnya pada masyarakat pesisir dan pedesaan sebagai fokus pengembangan Rural Health di UIN Alauddin Makassar