Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
151 Mahasiswa PBL I Prodi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Resmi Diterima Pemerintah Kecamatan Labakkang

151 Mahasiswa PBL I Prodi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Resmi Diterima Pemerintah Kecamatan Labakkang

Sebanyak 151 Mahasiswa PBL I Prodi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Resmi Diterima Pemerintah Kecamatan Labakkang


Pangkep, 18 Juni 2026 – Sebanyak 151 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar secara resmi diterima oleh Pemerintah Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, dalam prosesi penerimaan mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I yang berlangsung di Aula Puskesmas Pundata Baji, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara UIN Alauddin Makassar dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus penguatan pembelajaran berbasis masyarakat (community-based learning) yang sejalan dengan distingsi Program Studi Kesehatan Masyarakat, yaitu pengembangan Rural Health.

Acara penerimaan dihadiri oleh Camat Labakkang, Lurah Pundata Baji, Lurah Borimasunggu yang diwakili oleh Kepala Seksi Pembangunan, Kepala Desa Bontomanai, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep beserta jajaran, perwakilan Kepala Puskesmas Pundata Baji yang diwakili oleh dokter puskesmas, dosen pendamping lapangan, panitia PBL, serta sivitas akademika Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Alauddin Makassar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah seorang mahasiswa peserta PBL, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam laporannya, Ketua Panitia PBL I, Dr. Muh. Saleh, menyampaikan bahwa PBL tahun 2026 diikuti oleh 151 mahasiswa, yang terdiri atas 21 mahasiswa laki-laki dan 130 mahasiswa perempuan. Para mahasiswa akan ditempatkan pada 16 posko, yang tersebar di tiga wilayah pesisir Labakkang, yaitu 5 posko di Desa Bontomanai, 6 posko di Kelurahan Borimasunggu, dan 5 posko di Kelurahan Pundata Baji.

Dr. Saleh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Labakkang, pemerintah kelurahan, pemerintah desa,  Puskesmas Pundata Baji serta masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PBL, khususnya dalam membantu penyediaan posko sebagai tempat tinggal mahasiswa selama menjalankan kegiatan lapangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Labakkang, Pemerintah Kelurahan Pundata Baji, Kelurahan Borimasunggu, Desa Bontomanai, termasuk pihak puskesmas serta seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa kami dengan sangat baik. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan proses pembelajaran mahasiswa di lapangan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Saleh menjelaskan bahwa mahasiswa akan melaksanakan PBL I selama dua minggu, mulai 18 Juni hingga 1 Juli 2026. Pada tahap ini mahasiswa akan melakukan pendataan kesehatan masyarakat secara door to door menggunakan pendekatan by name by address, sebagai dasar penyusunan diagnosis masalah kesehatan masyarakat di setiap wilayah.

Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar pelaksanaan PBL II pada semester berikutnya, yaitu mahasiswa merancang dan melaksanakan berbagai intervensi sesuai prioritas masalah yang ditemukan. Selanjutnya, pada PBL III, mahasiswa akan kembali ke lokasi PBL untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas intervensi yang telah dilaksanakan bersama masyarakat.

Prosesi penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar yang diwakili oleh Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat, Dr. Abd. Majid HR Lagu kepada Camat Labakkang sebagai simbol dimulainya pelaksanaan PBL I di wilayah Kecamatan Labakkang.

Dalam sambutannya, Dr. Abd. Majid HR Lagu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Pangkep yang telah menerima mahasiswa UIN Alauddin Makassar sebagai bagian dari proses pembelajaran di masyarakat.

"Kami menitipkan mahasiswa kami untuk dibimbing dan diarahkan selama berada di Kecamatan Labakkang. Kami berharap sinergi yang telah terjalin ini dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Camat Labakkang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIN Alauddin Makassar yang kembali memilih Kecamatan Labakkang sebagai lokasi PBL mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan beserta pemerintah desa dan kelurahan siap mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam arahannya kepada mahasiswa, Camat Labakkang berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga etika, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta selalu mengenakan atribut resmi selama melakukan kegiatan lapangan agar mudah dikenali oleh masyarakat.

"Silakan melaksanakan pendataan dengan sebaik-baiknya. Kami telah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah desa dan kelurahan sehingga masyarakat siap menerima kehadiran adik-adik mahasiswa. Gunakan selalu atribut resmi selama bertugas agar masyarakat mudah mengenali dan merasa nyaman saat berinteraksi," pesannya.

Prosesi penerimaan mahasiswa ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah seorang mahasiswa peserta PBL. Setelah kegiatan seremonial selesai, masing-masing pemerintah desa dan kelurahan memberikan pengarahan teknis kepada mahasiswa sebelum mengantar mereka menuju posko yang telah disiapkan.

Melalui kegiatan PBL I ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di masyarakat melalui proses identifikasi masalah kesehatan, analisis situasi, serta penyusunan rekomendasi berbasis bukti. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata visi Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Alauddin Makassar sebagai Pusat Pencerahan dan Transformasi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang Unggul dan Terintegrasi Nilai-nilai Islam dalam Pengembangan Rural Health.