Mahasiswa Jurusan Kimia UIN Alauddin Pelajari Teknologi IPAL dan Pengelolaan Limbah B3 di RS UIN Alauddin
Makassar, 19 Juni 2026 – Sebanyak 18 mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar melaksanakan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran Mata Kuliah Remediasi Lingkungan, yang bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai penerapan teknologi pengelolaan limbah pada fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan dipimpin oleh dosen pengampu mata kuliah, Dr. Rismawaty Sikanna, S.Si., M.Si., dan diawali dengan sesi pemaparan materi di ruang pertemuan Rumah Sakit UIN Alauddin. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. dr. Darmawansyih, M.Kes selaku Asmen Diklitbang Rumah Sakit UIN Alauddin, tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Rumah Sakit, serta staf Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit UIN Alauddin.
Dalam sambutannya, Dr. Rismawaty Sikanna menyampaikan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga perlu diperkaya melalui pengalaman lapangan agar mahasiswa mampu menghubungkan konsep teoritis dengan praktik nyata.
"Kunjungan lapangan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Remediasi Lingkungan. Mahasiswa diharapkan dapat memahami secara langsung bagaimana prinsip-prinsip kimia, fisika, dan biologi diterapkan dalam sistem pengolahan limbah rumah sakit, sehingga kompetensi akademik yang diperoleh di kelas semakin komprehensif."
Sebagai narasumber utama, Dr. Muh. Saleh, Pj Instalasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit UIN Alauddin, memaparkan sistem pengelolaan lingkungan rumah sakit yang meliputi dokumen lingkungan, pengelolaan limbah B3, hingga sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Beliau menjelaskan bahwa seluruh sistem pengelolaan limbah rumah sakit masih mengacu pada dokumen Persetujuan Teknis (Pertek) dan Rincian Teknis (Rintek) yang telah dimiliki Rumah Sakit UIN Alauddin sebagai dasar penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Dalam pemaparannya, Dr. Saleh yang juga selaku Dosen FKIK UIN Alauddin menjelaskan bahwa teknologi IPAL yang digunakan di Rumah Sakit UIN Alauddin mengombinasikan proses elektrokoagulasi dengan biofilter anaerob dan biofilter aerob. Kombinasi teknologi tersebut dirancang untuk menurunkan kandungan pencemar secara optimal sebelum air limbah dialirkan ke badan air, sekaligus memenuhi standar baku mutu lingkungan sesuai regulasi yang berlaku. Sistem ini merupakan implementasi pendekatan remediasi lingkungan yang mengintegrasikan proses kimia, fisika, dan biologi dalam pengolahan limbah cair rumah sakit.
Selain menjelaskan proses IPAL, Dr. Saleh juga memaparkan sistem pengelolaan limbah B3 rumah sakit, mulai dari identifikasi sumber limbah, pemilahan berdasarkan karakteristik, penyimpanan sementara di TPS Limbah B3, hingga pengangkutan oleh pihak ketiga yang memiliki izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai dokumen lingkungan yang wajib dimiliki rumah sakit sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi perlindungan lingkungan hidup.
Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa banyak mengajukan pertanyaan mengenai efektivitas proses elektrokoagulasi, peran mikroorganisme dalam biofilter anaerob dan aerob, pengendalian kualitas efluen IPAL, serta tantangan pengelolaan limbah B3 di fasilitas pelayanan kesehatan.
Setelah sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 Rumah Sakit UIN Alauddin. Pada sesi ini mahasiswa mengamati secara langsung alur pengolahan limbah, mulai dari sumber limbah, proses pengolahan pada setiap unit IPAL, hingga sistem penyimpanan limbah B3 sesuai standar operasional yang berlaku.