Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
FKIK UIN Alauddin Makassar Matangkan Persiapan PBAK Mahasiswa Baru T.A. 2026/2027

FKIK UIN Alauddin Makassar Matangkan Persiapan PBAK Mahasiswa Baru T.A. 2026/2027

FKIK UIN Alauddin Makassar Matangkan Persiapan PBAK Mahasiswa Baru T.A. 2026/2027

Makassar, 18 Agustus 2026 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar rapat persiapan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis, kepanitiaan, materi, lokasi, hingga konsep pelaksanaan PBAK agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, aman, edukatif, dan sesuai dengan pedoman universitas.

Rapat dilaksanakan di Ruang LT FKIK pada Jumat, 18 Agustus 2026, pukul 10.00 WITA hingga selesai. Rapat dipimpin oleh Dr. Abd. Majid HR. Lagu, S.K.M., M.Kes., dengan Tri Wahyuningsih sebagai notulen. Kegiatan diikuti oleh Wakil Dekan III Dr. Patima, S.Kep., Ns., M.Kep., Kepala Tata Usaha (KTU), para Ketua/Sekretaris Program Studi di lingkungan FKIK, serta panitia pelaksana PBAK.

Dalam pembahasan awal, rapat menegaskan bahwa maskot PBAK FKIK wajib mengikuti standar maskot yang telah ditetapkan universitas. Sementara itu, terkait penambahan atribut lainnya masih dalam tahap komunikasi oleh Wakil Dekan III dengan pimpinan.

PBAK FKIK Tahun 2026 mengusung tema “Memperkuat Generasi Kesehatan yang Unggul, Berintegritas dan Berakhlakul Karimah untuk Menopang Ketahanan Bangsa yang Tangguh.” Tema tersebut kemudian diperkuat dengan kampanye utama yang menjadi pembeda dari pelaksanaan PBAK tahun sebelumnya, yakni “Zero Waste, Zero Dump, and Zero Bullying.”

Konsep tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa baru yang tidak hanya memiliki kesiapan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, kedisiplinan dalam menjaga kebersihan, serta komitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari perundungan.

Persiapan Narasumber dan Materi

Dalam rapat turut dibahas sejumlah opsi narasumber utama untuk PBAK. Dua nama yang menjadi opsi adalah Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ibu Cicu, dengan penanggung jawab komunikasi Dr. Abd. Majid HR. Lagu, S.K.M., M.Kes., serta Kepala Dinas Kesehatan, dengan penanggung jawab Pak Rusdi.

Sementara itu, materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan yang pada pelaksanaan PBAK tahun sebelumnya menghadirkan narasumber dari luar, tahun ini direncanakan akan disampaikan langsung oleh Satgas Anti Kekerasan.

Selain itu, Pegadaian juga direncanakan memberikan materi selama kurang lebih 15 menit. Materi tersebut akan ditempatkan pada jadwal menjelang waktu makan siang.

Pembahasan Lokasi PBAK

Rapat juga membahas rencana lokasi pelaksanaan PBAK. Untuk kegiatan hari kedua, lokasi yang dibahas adalah Hotel UIN Alauddin, sedangkan lokasi hari ketiga masih memerlukan peninjauan lebih lanjut.

Adapun rencana lokasi berdasarkan program studi meliputi:

  • Farmasi: Masjid, dengan kapasitas sekitar 150 peserta.
  • Keperawatan: Laboratorium Keperawatan Baru/Aula RS, dengan kapasitas sekitar 158 peserta.
  • Kebidanan: Anatomi (B) Lantai 2, dengan kapasitas sekitar 79 peserta.
  • Kesehatan Masyarakat: Anatomi (A) Lantai 2, dengan kapasitas sekitar 150 peserta.
  • Kedokteran: Aula.

Rapat juga menyepakati bahwa apabila terjadi keributan pada pelaksanaan kegiatan hari kedua di Kampus II, maka kegiatan di Kampus I tetap dilanjutkan sesuai rencana. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan pimpinan.

Penguatan Kepanitiaan dan Tata Kelola

Aspek kepanitiaan mahasiswa menjadi salah satu perhatian penting dalam rapat. Seluruh mahasiswa yang menjadi panitia wajib memenuhi kriteria kepanitiaan sebagaimana tercantum dalam pedoman. Berkas kepanitiaan juga wajib dikumpulkan dan diverifikasi.

Dalam struktur kepanitiaan, Dr. Aswadi, S.K.M., M.Kes. ditetapkan sebagai Koordinator Acara.

Rapat juga mencatat belum adanya perwakilan dari HMJ Kesehatan Masyarakat. Oleh karena itu, perlu segera dicarikan solusi untuk menentukan mahasiswa pengganti sebagai perwakilan program studi tersebut. Mahasiswa yang ditugaskan wajib tetap memenuhi seluruh persyaratan kepanitiaan mahasiswa sesuai pedoman.

Selain itu, masing-masing program studi akan mengirimkan satu perwakilan HMJ untuk menjadi maskot nyata dengan mengenakan pakaian yang menyerupai karakter SIADIN sebagai bagian dari identitas dan kreativitas pelaksanaan PBAK.

Terkait administrasi, akan disiapkan dua Surat Keputusan (SK), yaitu satu SK yang mencakup dosen dan mahasiswa serta satu SK khusus mahasiswa yang berkaitan dengan pemberian honorarium. Hal tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan bendahara.

Penegasan PBAK Bebas Pungli

Rapat menekankan bahwa pelaksanaan PBAK harus berlangsung tanpa pungutan liar (pungli). Seluruh kebutuhan mahasiswa baru, termasuk informasi mengenai perlengkapan, seragam, barang bawaan, makanan, dan minuman, harus disosialisasikan secara jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Penggunaan atribut berupa umbul-umbul juga akan dibatasi. Umbul-umbul tidak boleh dipasang secara berlebihan dan penggunaannya wajib berada di area FKIK.

Panitia juga masih perlu memfinalisasi keputusan mengenai baju panitia, apakah akan disediakan atau tidak.

Menuju PBAK Ramah Lingkungan dan Bebas Bullying

Salah satu inovasi yang dicanangkan dalam PBAK FKIK Tahun 2026 adalah penerapan konsep Zero Waste, Zero Dump, and Zero Bullying. Konsep ini menjadi bagian dari upaya FKIK dalam membangun budaya akademik yang sehat, tertib, ramah lingkungan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Panitia juga akan mengoptimalkan Seksi Humas untuk melakukan komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan pihak sponsor guna mendukung kebutuhan pelaksanaan kegiatan.

Sejumlah Target Harus Diselesaikan Sebelum Rapat Berikutnya

Rapat menetapkan sejumlah pekerjaan yang harus segera diselesaikan sebelum pelaksanaan rapat berikutnya. Beberapa di antaranya adalah finalisasi rundown hari kedua dan ketiga, penyusunan daftar alat, bahan, serta obat-obatan yang harus tersedia selama PBAK oleh Penanggung Jawab Seksi Kesehatan, serta penyelesaian rekapitulasi mahasiswa baru yang mencakup jumlah dan nama peserta.

Selain itu, panitia diminta segera memperjelas sosialisasi mengenai perlengkapan mahasiswa baru, mulai dari seragam, barang bawaan, makanan, hingga minuman.

Dengan berbagai persiapan tersebut, FKIK UIN Alauddin Makassar berkomitmen menghadirkan PBAK yang tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter mahasiswa baru sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, berakhlakul karimah, peduli lingkungan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Kesimpulan Rapat

Rapat menghasilkan beberapa poin utama, yaitu:

  1. Tema dan kampanye: PBAK mengusung tema “Memperkuat Generasi Kesehatan yang Unggul, Berintegritas dan Berakhlakul Karimah untuk Menopang Ketahanan Bangsa yang Tangguh” dengan kampanye Zero Waste, Zero Dump, dan Zero Bullying.
  2. Lokasi: Pelaksanaan hari kedua direncanakan di Kampus I UIN Alauddin Makassar, sementara lokasi hari ketiga masih dalam proses peninjauan masing-masing program studi.
  3. Narasumber: Masih dalam tahap finalisasi antara Ketua DPRD Sulawesi Selatan atau Kepala Dinas Kesehatan. Materi anti-kekerasan akan disampaikan oleh Satgas Anti Kekerasan.
  4. Aturan utama: PBAK wajib bebas pungli, maskot harus mengikuti standar universitas, segera mencari pengganti perwakilan HMJ Kesmas, serta membatasi penggunaan umbul-umbul hanya di area FKIK.
  5. Tugas mendesak: Finalisasi rundown hari kedua dan ketiga, menyiapkan logistik dan obat-obatan kesehatan, menyelesaikan rekapitulasi mahasiswa baru, serta mulai melakukan pencarian sponsor.
  6. Rapat lanjutan: Rapat kedua dijadwalkan pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 13.30 WITA.

Melalui persiapan yang matang dan koordinasi seluruh unsur pimpinan, program studi, serta panitia, pelaksanaan PBAK FKIK UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027 diharapkan dapat berlangsung dengan tertib, aman, edukatif, dan memberikan pengalaman awal yang positif bagi seluruh mahasiswa baru.