Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Kuliah Tamu, Perkuat Literasi Kesehatan Digital Menuju Masyarakat Cakap, Sehat, Aman, dan Berdaya

FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Kuliah Tamu, Perkuat Literasi Kesehatan Digital Menuju Masyarakat Cakap, Sehat, Aman, dan Berdaya

FKIK UIN Alauddin Makassar Gelar Kuliah Tamu, Perkuat Literasi Kesehatan Digital Menuju Masyarakat Cakap, Sehat, Aman, dan Berdaya

Makassar, 10 Agustus 2026 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Penguatan Literasi Kesehatan Digital untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Cakap Digital, Sehat, Aman, dan Berdaya.” Kegiatan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 13.00 WITA hingga selesai, bertempat di Lecture Theater FKIK UIN Alauddin Makassar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., serta Wakil Dekan III FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. Patima, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama sivitas akademika FKIK UIN Alauddin Makassar.

Kuliah Tamu tersebut merupakan bagian dari upaya FKIK UIN Alauddin Makassar dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi sivitas akademika mengenai literasi kesehatan digital. Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyediaan, pencarian, dan penyebaran informasi kesehatan.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes. menyampaikan pentingnya membangun kemampuan sivitas akademika dalam memahami serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak, khususnya dalam bidang kesehatan. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diiringi dengan kemampuan untuk memilah informasi sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan yang benar, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kuliah Tamu menghadirkan Rizki Ameliah, S.S., M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mengenai pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, termasuk tantangan dalam memperoleh dan menyebarluaskan informasi kesehatan melalui berbagai platform digital.

Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Dr. Syamsul Alam, S.K.M., M.Kes. selaku moderator. Sesi diskusi memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber serta membahas berbagai persoalan terkait pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam konteks pelayanan dan edukasi kesehatan.

Literasi kesehatan digital menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital sebagai sumber informasi kesehatan. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi informasi yang kredibel, membedakan fakta dengan misinformasi, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Bagi lingkungan pendidikan kesehatan, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadi sumber informasi kesehatan yang terpercaya bagi masyarakat.

Kehadiran Wakil Dekan III FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. Patima, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama pimpinan dan sivitas akademika FKIK turut menunjukkan dukungan terhadap penguatan kegiatan akademik yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat di era digital.

Melalui kegiatan ini, FKIK UIN Alauddin Makassar berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi kesehatan digital sekaligus mampu menerapkannya dalam kehidupan akademik, profesional, maupun sosial.

Kuliah Tamu ini menjadi salah satu bentuk komitmen FKIK UIN Alauddin Makassar untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman serta mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang cakap digital, sehat, aman, dan berdaya.